PSSI Ungkap Langkah yang Diambil FIFA untuk Sepakbola Indonesia Imbas dari Tragedi Kanjuruhan

- 7 Oktober 2022, 05:36 WIB
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang
Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang /Instagram @stadionkanjuruhan
 
DEMAK BICARA - Pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober lalu, FIFA telah menyampaikan langkahnya saat ini untuk persepakbolaan Indonesia setelah berkomunikasi dengan PSSI.
 
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa pihak federasi sudah menjalin komunikasi dengan FIFA soal tragedi Kanjuruhan dan ada banyak yang dibicarakan termasuk di antaranya mengenai sistem sepakbola di Indonesia.
 
Salah satu pembahasannya dengan PSSI tersebut antara lain FIFA akan memberikan pendampingan untuk perbaikan sistem persepakbolaan di Indonesia setelah terjadinya pertistiwa tragis di Stadion Kanjuruhan.
 
 
Pendampingan perbaikan sistem sepakbola tersebut melingkupi beberapa aspek seperti pengamanan, supporter, dan hal lainnya.
 
"Pertama tentu mengucapkan duka cita, kedua FIFA akan melakukan pendampingan untuk memperbaiki semua sistem persepakbolaan Indonesia, baik pengamanan, supporter, dan lainnya," kata Mochamad Iriawan dilansir dari Antara, Kamis 6 Oktober 2022.
 
Iriawan juga sudah mengunjungi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk melakukan tinjauan langsung.
 
Dari hasil tinjauannya tersebut, Iriawan mendapatkan sejumlah catatan penting pada Stadion Kanjuruhan yang menjadi perhatiannya untuk bisa diperbaiki.
 
Beberapa catatan itu di antaranya adalah Stadion Kanjuruhan belum memiliki single seat atau kursi untuk masing-masing penonton sebagai penentu kapasitas maksimal.
 
Lalu selanjutnya masih terdapat tribun berdiri yang sebetulnya tidak begitu umum terdapat dalam sebuah stadion, lazimnya penonton akan disediakan tempat duduk untuk menyaksikan pertandingan.
 
"Banyak kekurangannya, single seat yang belum ada kemudian tribun berdiri itu nantinya tidak boleh," ucap Iriawan.
 
 
Ia juga mengungkapkan bahwa Stadion Kanjuruhan belum memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh FIFA.
 
Hal itu dimungkinkan juga karena Arema FC hanya menyewa Stadion Kanjuruhan yang notabene milik pemerintah daerah sehingga perawatan dan pemeliharaannya terkendala.
 
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dalam kunjungannya ke Kanjuruhan mengatakan akan melakukan renovasi dibawah pengawasan Kementerian PU agar stadion yang digunakan kompetisi di Indonesia bisa memenuhi standar dari FIFA.
 
"Ini mereka (Arema FC) juga masih menyewa punya pemerintah daerah, mungkin pemeliharaan juga terbatas, oleh karena itu kemarin Presiden Joko Widodo akan melakukan renovasi sesuai dengan aturan yang mendekati atau sama dengan FIFA," ujar Iriawan.
 
Pada laga derbi Jawa Timur di Sabtu 1 Oktober 2022 lalu, beberapa supporter yang tak terima kekalahan Arema FC dari Persebaya turun ke lapangan dan memicu kerusuhan sehingga polisi melakukan tindakan pencegahan sampai menembakkan gas air mata.
 
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, jumlah korban tewas akibat insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan adalah sebanyak 131 orang.
 
Belasan mobil milik petugas keamanan rusak dan beberapa fasilitas Stadion Kanjuruhan pun dibakar masa.
 
Akibat insiden tersebut, LIB selaku operator kompetisi memutuskan menghentikan Liga 1 2022-2023 untuk sementara selama dua pekan setelah mendapat arahan dari Ketua Umum PSSI.
 
Dalam waktu jeda tersebut juga, investigasi tengah dilakukan oleh beberapa tim khusus untuk mendapatkan fakta dan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan.***

Editor: Kusuma Nur


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x