2022 Pemerintah Akan Mulai Vaksinasi Untuk Anak Bawah 12 Tahun

- 10 November 2021, 17:28 WIB
Ilustrasi vaksinasi anak/IDAI Himbau Orang Tua untuk Ajak Anak Vaksin, Prosedur dan Tata Caranya Segera Dirilis
Ilustrasi vaksinasi anak/IDAI Himbau Orang Tua untuk Ajak Anak Vaksin, Prosedur dan Tata Caranya Segera Dirilis /KABAR LUMAJANG/Rifqi Danwanus

DEMAK BICARA - Vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak akan segera dilakukan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2022 mendatang.

Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan telah menyiarkan bahwa untuk persiapan perluasan Vaksinasi Covid-19 mulai tahun 2022 akan segera dilakukan bagi anak-anak.

Dalam siaran pers website Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan ijin.

Baca Juga: Berikut Fakta Kepolisian Ungkap Tewasnya Seorang di Hotel Grand Candi Semarang

Berikut ini keterangan berita yang disiarkan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Pemerintah bergerak cepat mempersiapkan perluasan program vaksin Covid-19 setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat vaksin untuk anak-anak usia 6-11 tahun.

Rencananya, vaksinasi anak di Indonesia dimulai pada 2022 di Kabupaten/Kota yang telah mencapai target dosis 1 lebih dari 70 persen total sasaran dan lebih dari 60 persen populasi lanjut usia (lansia).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk vaksinasi anak yang direncanakan pada 2022 diperlukan pengadaan baru untuk memenuhi kebutuhan 58,7 juta total dosis vaksin.

Baca Juga: Chord dan Lirik Lagu Monolog Pamungkas di Album The End of Flying Solo Era

“Kita sudah persiapkan (vaksinasi anak) di anggaran tahun depan (2022) karena ada 26,4 juta anak usia 6-11 tahun sehingga dibutuhkan 58,7 juta dosis karena dua kali suntikan, ujar Menkes saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Jakarta (8/11).

Menkes menambahkan bercermin dari negara lain yang sudah melakukan vaksinasi pada anak berusia di bawah 12 tahun, dilakukan saat cakupan vaksinasi lengkap di negara tersebut sudah mencapai sekitar 60 persen.

Uni Emirat Arab misalnya melakukan vaksinasi anak dengan vaksin Sinopharm setelah cakupan vaksinasi lengkap di negaranya mencapai 70,5 persen.

Begitu juga dengan Chile yang gencar melakukan vaksinasi anak dengan Sinovac setelah 71,8 persen populasinya divaksinasi lengkap.

Baca Juga: Hujan Lebat Jalan Tentara Pelajar Semarang Banjir

Sedangkan Kamboja melakukan vaksinasi anak saat cakupan vaksinasi lengkapnya sudah mencapai 60 persen dan China di angka 70,8 persen.

Sejauh ini ada 3 jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) di luar negeri yaitu Sinovac, Sinopharm dan Pfizer dengan kondisi dan pengemasan yang berbeda dari setiap jenisnya.

Selain mempersiapkan anggaran, saat ini Kemenkes sebagai otoritas pembuat kebijakan terus melakukan mapping berbagai persiapan vaksinasi anak, antara lain, ketersediaan stok vaksin, data anak, dan menjalin koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait.

Baca Juga: Kota Semarang Banjir, Ketinggian Air Capai 30 Cm - 50 Cm

Dalam pelaksanaanya nanti, Kemenkes akan bekerja sama dengan pihak sekolah dan fasilitas Kesehatan setempat.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected].***

Editor: Kusuma Nur


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah