Banjir Ancam Ribuan Hektare Pertanian di Jawa Tengah Gagal Panen

- 19 Maret 2024, 22:46 WIB
Banjir Ancam Ribuan Hektare Pertanian di Jawa Tengah Gagal Panen
Banjir Ancam Ribuan Hektare Pertanian di Jawa Tengah Gagal Panen /

DEMAK BICARA - Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa ribuan hektare lahan pertanian di beberapa kabupaten terancam gagal panen karena terendam banjir. Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto, menyampaikan bahwa daerah yang terkena dampak banjir meliputi Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus, Jepara, dan Pati.

Data terbaru per 15 Maret 2024 menunjukkan bahwa sekitar 4.381 hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Grobogan terdampak banjir, dengan usia tanaman antara 5 hingga 100 hari setelah tanam. Selain itu, lahan jagung seluas 152 hektare dan lahan bawang merah seluas 84 hektare juga terkena dampak.

Di Demak, sekitar 162 hektare lahan padi dan 765,76 hektare lahan bawang merah tergenang banjir. Kabupaten Kudus juga mengalami kerugian serupa, dengan sekitar 2.776 hektare lahan padi terendam banjir, serta lahan melon dan cabai terdampak.

Baca Juga: Bupati Demak Eistianah Berupaya Maksimal Atasi Banjir dengan Dibukanya Pintu Air Bendung Wilalung

Sementara di Jepara, sekitar 1.989 hektare lahan padi terendam banjir dengan usia tanaman antara 30 hingga 80 hari setelah tanam. Namun, dampak paling parah terjadi di Pati, di mana sekitar 6.961,4 hektare lahan padi dan 153,1 hektare lahan jagung terkena dampak banjir.

Supriyanto menekankan bahwa data tersebut masih bisa berkembang karena banjir masih belum surut di beberapa wilayah. Intensitas hujan tinggi menjadi salah satu penyebab utama banjir yang merusak lahan pertanian di pesisir utara Jawa Tengah, ditambah dengan kebocoran tanggul Sungai Lusi.

Dalam penanganan situasi ini, pihaknya terus melakukan pendataan dan fasilitasi sarana penanganan banjir untuk mengurangi dampaknya pada sektor pertanian di wilayah tersebut.***

Editor: Maya Atika


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah